Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Ciri-ciri Remaja Hamil

Ciri-ciri Remaja Hamil
Ciri-ciri Remaja Hamil. Saat hamil datang kondisi badan berubah, baik fisik maupun dalam. Karena hal tersebut terjadi dipengaruhi oleh ciri-ciri dari hamil. Hal tesebut wajar bila terjadi, meski kebanyakan wanita tidak memasalahkannya. Tetapi bagi seorang remaja hamil haruslah dijauhi, karena masa depan masihlah panjang. Dan ada beberapa Ciri-ciri Remaja Hamil salah satunya seperti berikut:
 
Ciri-ciri Remaja Hamil
Ciri-ciri Remaja Hamil
  1. Payudara Membesar
    Rasa sakit, sensitif, gatal, dan membesarnya terhadap payudara, ini adalah faktor pertama yang sering terjadi di awal-awal hamil datang. Rasa sakit tersebut sama seperti saat mensturbasi dan setelah beberapa waktu rasa sakit tersebut tidak lagi terasa, karena sudah terbiasa.
     
  2. Mual dan Muntah
    Kebanyakan wanita saat terjadi gejala hamil, rasa mual dan muntah kerap terjadi.
     
  3. Terlambat Mensturbasi
    Jika sebelumnya mensturbasi anda baik-baik saja dan sekarang sudah teratur lagi,
     
  4. Nafsu Makan Berkurang
  5. Sifat jadi Sensitive
    Sering marah-marah tanpa sebab atau ada yang salah dikit jadi dibesar-besarkan.
     
  6. Ngidam
    Suka dengan makan-makanan yang aneh-aneh.
     
  7. Jika semua di atas terjadi maka silakan anda cek. Lalu lihat hasilnya..

Resiko dari Operasi Sesar

Resiko dari Operasi Sesar
Resiko dari Operasi Sesar. Operasi sesar adalah operasi untuk mengeluarkan bayi lewat dinding perut yang di bedah. Operasi tersebut dilakukan oleh berbagai faktor misalnya trauma, tidak menyakitkan, ingin cepat berlangsung. Pelaksanaan sesar dilakukan sekitar 30 menit-2 jaman. Dan jika operasi sesar mempunyai kemudahan untuk melahirkan bayi, tetapi mempunyai resiko yang buruk terhadap ibu maupun bayi yang di lahirkan.

Adapun Resiko dari Operasi Sesar banyak yang menyepelekan hal tersebut, karena wanita lebih banyak memilih sesar untuk kemudahan saat melahirkan. Baiklah, lihat saja apa-apa saja Resiko dari Operasi Sesar berikut ini:
 
Resiko dari Operasi Sesar
Resiko dari Operasi Sesar
Resiko Operasi Sesar bagi Ibu

Operasi caesar yang gagal dapat mengakibatkan berisiko kematian pada ibu. Di AS, tingkat kematian pada caesar atas kemauan sendiri adalah 5,9 per 100.000 kelahiran, dibandingkan 2,1 pada persalinan normal. Masa pemulihan yang lebih lama, bisa sampai 6 minggu atau lebih. Risiko infeksi pasca pembedahan yang berkisar antara 2-15%. Infeksi terutama pada saluran kencing dan lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan. Frekuensi peredarahan yang lebih tinggi. Mengalami masalah pada plasenta, ruptur kandungan dan pertumbuhan janin di luar rahim (ectopic) pada kehamilan berikutnya. Penundaan pemberian ASI dan jalinan hubungan emosi ibu-anak karena adanya luka operasi dan pengaruh obat bius. Bayi hasil operasi caesar biasanya langsung ditempatkan di ruang observasi.

Terlepas dari banyaknya permintaan untuk persalinan caesar, sebenarnya prosedur ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Persalinan caesar memiliki risiko kematian ibu 3 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat persalinan caesar adalah 5,8 dari setiap seratus ribu persalinan.

Selain itu, anggapan bahwa melahirkan normal jauh lebih sakit dibandingkan melahirkan caesar juga tidak sepenuhnya benar. Persalinan dengan bedah caesar memiliki angka kesakitan sekitar 27,3 persen lebih tinggi dibandingkan persalinan normal. Peningkatan risiko akibat persalinan caesar adalah:
  • Kemungkinan 5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung.
  • Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim atau histerektomi karena terjadi pendarahan sebagai komplikasi persalinan caesar.
  • Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas. 
  • Kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah.
 
Resiko Operasi Sesar bagi Bayi

Persalinan caesar ternyata tidak hanya memengaruhi kondisi ibu, tapi juga bayi yang dilahirkan. Risiko kematian bayi, risiko gangguan pernafasan bayi, risiko gangguan otak bayi dan risiko trauma bayi menjadi 3,5 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal.

Bahkan ketika bayi Anda yang dilahirkan caesar tidak mengalami masalah di atas, persalinan caesar memiliki dampak cukup besar terhadap daya tahan tubuh anak. Prof. Patricia Lynne Conway, Adjunct Associate Professor, School of Biotechnology and Biomolecular Science di The University of New South Wales mengatakan bahwa berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi yang dilahirkan secara caesar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan normal. Padahal mikrobiota memiliki peranan penting dalam pematangan sistem daya tahan tubuh bayi, khususnya dalam membentuk toleransi oral (mulut) dan mengurangi risiko alergi. Ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh bayi karena meski sistem imunitas usus telah matang pada bayi yang lahir cukup bulan, namun fungsi perlindungan ususnya memerlukan rangsangan kolonisasi bakteri pada awal kehidupan bayi.

Bayi lahir caesar membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi yang lahir normal. �Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang lahir caesar memiliki waktu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang tertunda serta memiliki risiko lebih tinggi akan berbagai jenis penyakit,� ujar Prof. Conway.
Bayi hasil caesar berpeluang lebih tinggi mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress). Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi hasil caesar. Risiko bayi terkena pisau bedah. Risiko kelahiran prematur. Seringkali, sulit untuk menghitung umur bayi yang sebenarnya. Bila bayi ternyata masih berumur di bawah 36 bulan maka akan ada risiko karena kelahiran prematur, seperti masalah pernafasan, suhu tubuh dan pencernaan.

Setelah melihat banyaknya Resiko dan Dampak Buruk dari Operasi Sesar, maka kami menyarankan anda untuk sebaiknya menghindari persalilan sesar. Selain harga operasinya yang mahal juga mempunyai danpak yang buruk.. Lagi hamil? ini makanan yang baik untuk ibu hamil Makan yang Baik untuk Ibu Hamil

Makan yang Baik untuk Ibu Hamil

Makan yang Baik untuk Ibu Hamil
Makan yang Baik untuk Ibu Hamil. Seorang ibu yang memperhatikan kandungannya, pasti juga mengatur apa saja pola makan yang dia konsumsi. Karena apa yang kita buat saat hamil maka hasilnya akan terjadi pada anak yang lahir nantinya. Untuk itu kami menulis Makan yang Baik untuk Ibu Hamil yang bisa anda bisa jadikan sebuah resensi.

Makan yang Baik untuk Ibu Hamil

Makan yang Baik untuk Ibu Hamil
  • Protein
  • Vitamin dan mineral
  • Karbohidrat dan Lemak
  • Susu dan makanan untuk pertumbuhan otak bayi
Ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang berupa seperti sayur-sayuran, daging, buah-buahan, kacang-kacangan, telur dan susu, terutama susu dengan formula khusus untuk ibu hamil.

Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Ingatlah untuk mengambil setidaknya empat porsi produk susu yang kaya kalsium. Ini akan memastikan bahwa Anda mendapatkan sekitar 1200 mg kalsium setiap hari. Diet ibu hamil harus kaya akan zat besi juga.

Vitamin C membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu dan anak. Sumber penting dari vitamin C adalah buah sitrus, brokoli, kembang kol, pepaya, paprika hijau dan tomat. Vitamin A juga sama pentingnya seperti Wortel, ubi jalar, bayam, lobak, aprikot dan labu air yang mengandung banyak vitamin A.

Seorang ibu hamil harus selalu mengambil semua vitamin prenatal yang diresepkan nya. Ini adalah multivitamin yang dirancang khusus mengkompensasi ketidakseimbangan nutrisi atau kekurangan dalam diet ibu. Umumnya, ini mengandung zat besi, mineral, vitamin, asam folat dan kalsium. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat lahir yang serius pada bayi. Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, buah jeruk dan kacang kaya akan asam folat alami, juga vitamin dan zat besi.

Dalam trimester pertama, makanan yang mengandung protein serta DHA dan ARA lebih dibutuhkan guna pertumbuhan awal dan dasar yang kuat bagi janin.

Makanan Pembangun Tubuh Ibu Hamil
Makanan yang kaya akan protein banyak terdapat pada daging ayam, sapi, ikan, makanan laut, buah alpukat, telur dan susu. Protein sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan baru, memelihara sel tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi serta mensuplai kebutuhan energi.

Kebutuhan gizi yang terus meingkat pada masa kehamilan membuthkan peningkatan 20-30% kalori guna memproduksi energi untuk kegiatan setiap hari.

Makanan yang Harus dihindari Selama Hamil
Kondisi janin dan ibu hamil sangat ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi, untuk itu sebaiknya ibu hamil menghindari makanan tertentu yang berdampak kurang baik pada janin.
  • Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat aditif atau zat tambahan pangan. Karena makanan ini dikhawatirkan dapat membahayakan bagi janin Anda.
  • Kurangi makanan yang berkalori tinggi yang hanya mengandung gula, lemak, dan kurang mengandung zat gizi lainnya seperti makanan siap saji, minuman bersoda dan goreng-gorengan, karena dapat memicu terjadinya obesitas atau kegemukan berlebih pada ibu hamil.
  • Sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein berlebihan karena kafein yang banyak terkandung di dalam kopi dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah dan membahayakan kesehatan ibu hamil serta janinnya.
  • Apabila terpaksa harus mengkonsumsi makanan kemasan, maka label dan masa berlaku harus diperhatikan dengan baik
  • Masaklah makanan dengan baik, terutama pada saat mengolah daging karena kemungkinan masih mengandung kuman
  • Sebaiknya ibu hamil menghindari lingkungan yang berpolusi, dan menjauhi asap rokok
  • Sang ibu yang memiliki kebiasaan merokok atau meminum minuman beralkohol harus menghentikan kebiasaannya selama masa kehamilan karena sangat berbahaya bagi janin
  • Hindari penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan dokter.

Ingat ya Ibu, selama masa kehamilan, nutrisi yang Ibu konsumsi dapat membantu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Jadi berikan nutrisi yang terbaik dengan memperhatikan asupan nutrisi selam masa kehamilan.