Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta. Tampilkan semua postingan

5 Akibat Yang Terjadi Pada Remaja Yang Merokok

Selain bisa menyebabkan kematian dan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Remaja yang sudah merokok diketahui bisa memicu berbagai masalah yang muncul. Berikut performa remaja si perokok.

Merokok saat remaja membuatnya berisiko kena masalah kesehatan yang serius karena masih berada pada usia pertumbuhan. Rokok ini tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada tingkat fisik namun juga emosionalnya.

Para ahli mengungkapkan risiko kesehatan merokok pada remaja jauh lebih buruk dibanding dengan orang dewasa yang merokok.

Berikut ini beberapa masalah yang bisa muncul jika remaja merokok yang bisa terlihat dari penampilanny

1. Mengganggu performa di sekolah
Remaja yang merokok akan mengalami penurunan dalam nilai olahraganya karena tidak bisa berjalan jauh atau berlari cepat seperti sebelum merokok.

Jika ikut ekstrakulikuler musik akan membuatnya tidak maksimal saat main musik, serta menurunkan kemampuan memori otaknya dalam belajar yang bisa mempengaruhi nilai-nilai pelajarannya.

2. Perkembangan paru-paru terganggu
Tubuh berkembang pada tahap pertumbuhannya, dan jika seseorang merokok pada periode ini bisa mengganggu perkembangan paru-parunya.

Terlebih jika remaja merokok setiap hari maka bisa membuatnya sesak napas, serta batuk yang terus menerus, dahak berlebihan dan lebih mudah terkena pilek berkali-kali.

3. Lebih sulit sembuh saat sakit
Ketika remaja sakit maka mereka akan lebih sulit baginya untuk bisa kembali sehat seperti semula karena rokok mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh.

Rokok ini juga memicu masalah jantung di usia muda serta mengurangi kekuatan tulang.

4. Kecanduan
Remaja yang merokok cenderung jauh lebih mungkin menjadi kecanduan terhadap nikotin yang membuatnya lebih sulit untuk berhenti.

Saat ia memutuskan untuk berhenti merokok, mka gejala penarikan seperti depresi, insomnia, mudah marah dan masalah mentalnya bisa berdampak negatif pada kinerja sekolah serta perilakunya.

5. Terlihat lebih tua dari usianya
Orang yang mulai merokok di usia muda akan mengalami proses penuaan lebih cepat, ia akan memiliki garis-garis di wajah serya kulit lebih kering sehingga penampilannya akan lebih tua dibanding usianya.

Selain itu rokok juga membuat remaja memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, serta gigi yang kuning.

Sumber

Orang Cepat Gemuk Kalau Tiap Pagi Dibangunkan Suara Alarm

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Dalam kehidupan moderen yang serba terburu-buru, rasanya jarang ada orang yang bisa bangun pagi tanpa alarm. Padahal kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, yakni membuat seseorang cepat gemuk karena mengalami jet lag sosial.

Menurut para peneliti dari University of Munich, bunyi alarm ponsel maupun jam beker di pagi hari sangat mengganggu jam biologis tubuh. Secara alami tubuh memiliki siklus rasa mengantuk, yang jika terganggu maka sangat mempengaruhi kesehatan secara umum.

Istilah 'jet lag sosial' merujuk pada gangguan terhadap jam biologis, seperti yang dialami pada jet lag sesungguhnya yakni setelah terbang melintasi zona waktu yang berbeda. Bedanya, jet lag sosial dipicu oleh perbedaan ritme pada hari kerja, dengan akhir pekan yang bebas dari suara alarm.

Alarm sering dipakai untuk membangunkan seseorang terutama pada hari kerja, karena jadwal kerja atau aktivitas lain yang mengharuskannya bangun pagi. Seharusnya kalau memang sudah tidak membutuhkan tidur lebih lama lagi, seseorang akan bangun dengan sendirinya meski tanpa alarm.

"Bangun dengan alarm adalah hal baru dalam hidup kita. Ini tandanya kita tidak punya cukup waktu untuk tidur dan itulah alasannya kita merasa lelah," kata salah seorang peneliti, Prof Till Roenneberg seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (11/5/2012).

Penelitian yang dilakukan Prof Roenneberg baru-bari ini menunjukkan, jam biologis yang terganggu oleh suara alarm bisa meningkatkan risiko kegemukan. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian lain sebelumnya, yang mengatakan bahwa kurang tidur bikin seseorang lebih cepat gemuk.

Bukan hanya memicu kegemukan, jet lag sosial yang dipicu suara alarm juga membuat seseorang cenderung cepat letih sepanjang hari. Kondisi ini sekaligus juga meningkatkan kecenderungan yang tidak sehat, seperti minum kopi terlalu banyak, minum alkohol dan merokok.


sumber

Akibat Yang Terjadi Jika Makan Makanan Pedas Berlebihan

Ragam masakan Indonesia kaya akan rempah-rempah dan cenderung pedas. Bahkan, bagi kebanyakan orang tidak bisa makan kalau tidak menggunakan sambal. Padahal jika Anda kebanyakan makan makanan pedas, akan menyebabkan perut mulas, melilit, atau diare. Tunggu dulu, ternyata terlalu banyak makan makanan pedas, bisa menyebabkan beberapa penyakit kronis seperti di bawah ini.


1. Refluks Asam
Refluks asam adalah pengaliran kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, peradangan, serta kerusakan kerongkongan. Makanan pedas pada dasarnya merupakan kombinasi asam. Ketika terlalu banyak asam masuk kedalam perut, maka akan berpotensi merusak dinding lambung.

2. Gastritis (Maag) Akut
Gastritis disebabkan peradangan dari mukosa lambung, membran yang melapisi perut. Serangan ringan gastritis terkadang dirasakan sesekali. Namun kebanyakan
orang berpikir itu hanyalah gangguan pencernaan sederhana. Gastritis akut biasanya ditandai dengan gejala seperti muntah, mual, demam, diare, serta sakit kepala.

3. Ulkus Gaster (Tukak Lambung)
Makanan pedas dapat menyebabkan luka pada lapisan mukosa yang sensitif atau pada usus kecil, yang biasa disebut duodenum (ulkus duodenum), atau juga di esofagus (ulkus kerongkongan). Tukak lambung yang menyakitkan biasanya menyebabkan rasa terbakar di perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan.

4. Insomnia
Konsumsi makanan pedas meningkatkan temperatur tubuh yang menyebabkan insomnia. Sebaiknya hindari memakan makanan pedas saat makan malam.


5. Kehilangan Nafsu Makan
Makanan pedas aman dikonsumsi jika masih dalam batas yang wajar. Kebanyakan orang biasanya memakan makanan pedas 3 hingga 4 kali seminggu.

Agar tidak mengalami gangguan perut, Pecinta makanan pedas sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

- Makanan pedas hanya boleh dikonsumsi dalam makanan utama, bukan cemilan.

- Hindari mengkombinasikan gorengan berminyak dan makanan pedas yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

- Hindari memakan makanan pedas saat makan tengah malam.

- Minum susu dapat menetralkan produksi asam karena makanan pedas.

- Jika Anda mengalami masalah pencernaan karena makanan pedas, minum obat antasida satu jam setelah makan dan sebelum tidur.


sumber

Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kuku Jari

Kuku bersih dan terawat akan terlihat cantik. Tapi, merawat kuku bukan sekadar bagian dari ritual kecantikan. Kondisi kuku ternyata juga bisa menjadi indikator kesehatan.



Seperti dikutip dari laman Times of India, gejala-gejala ini berbeda dari penyakit kuku, karena tanda-tanda ini mungkin hanya memperingatkan Anda tentang penyakit dalam tubuh yang mungkin tidak disadari. Meskipun kuku itu sendiri hanyalah sebuah jaringan yang mati, area di bawah kutikula dan kuku hidup dan daerah-daerah sekitarnya membuat kuku rentan terhadap kerusakan atau infeksi. Maka penyakit dengan mudah dapat terlihat lewat cerminan kuku.

Spesialis Dermatologi, Dr Nina Madnani menjelaskan, "Ketika memeriksa pasien, kami juga memeriksa kuku. Seperti kulit, kuku merupakan indikator yang sangat baik dari apa yang terjadi di dalam tubuh Anda. Jika kuku Anda sehat, halus dan merah muda dengan permukaan agak melengkung, tubuh Anda mungkin sehat juga."

Meskipun perubahan kuku menunjukkan berbagai kondisi, perubahan ini jarang merupakan gejala awal. Ketidaknormalan kuku lainnya juga seringkali tidak berbahaya. Seperti misalnya, tidak semua orang dengan kuku yang pucat mengalami hepatitis.

"Perubahan warna atau bentuk bisa disebabkan beberapa alasan. Salah satunya, akibat dari infeksi kuku lokal. Sebagai contoh, kuku menguning bisa karena penggunaan cat kuku berlebihan atau pengeras kuku, namun bisa juga mengindikasikan hepatitis," kata Dr Nina.

Kuku juga cenderung menyerap berbagai zat, sehingga warna kuku mudah mengalami perubahan. Misalnya, pada perokok atau orang yang sering berurusan dengan bahan kimia tertentu. "Jika terjadi perubahan warna kuku, kami juga perlu mengidentifikasi latar belakang pasien, agar diagnosisnya lebih tepat," kata Dermatolog Dr Sunil Tahiliani.

Lantas, kapan perlu khawatir? Menurut Dr Sunil, Anda perlu memeriksakan kondisi tubuh ke dokter jika, perubahan warna atau tekstur kuku terjadi dalam waktu lama, atau bahkan permanen.

Berikut ini, ciri-ciri kuku yang bisa mengindikasi suatu penyakit:

- Jika memiliki kuku rapuh, kemungkinan tubuh mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini juga bisa dijadikan indikator defisiensi biotin, gangguan ginjal, tiroid atau masalah sirkulasi darah.

- Kuku cekung (bengkok ke dalam) adalah gejala kekurangan zat besi dan vitamin B12.

- Jika permukaan kuku tidak mulus atau berkerut bisa menunjukkan Anda kekurangan Vitamn C. Kondisi ini juga dapat menandakan psoriasis, atau kurangnya asam folat dan protein.

- Kuku membiru. Kuku dengan semburat warna biru bisa menunjukkan, tubuh kekurangan oksigen. Hal ini juga dapat mengindikasikan infeksi paru-paru, seperti pneumonia.

- Kuku memerah. Jika kulit di sekitar kuku tampak merah dan mengembang, hal ini biasanya akibat radang lipatan kuku. Kemungkinan hal ini merupakan akibat penyakit lupus atau kelainan jaringan yang lain.

- Kuku dengan garis hitam di tengahnya. Garis hitam di tengah di bawah kuku perlu diperiksa secepat mungkin. Kadang-kadang kondisi ini disebabkan melanoma, jenis kanker kulit paling berbahaya.